Jangan Tertipu Syahwat Samar
Hidup
di dunia selalu dalam ujian Alloh. Siapa yang paling bagus persiapan bekalnya
untuk dibawa mati, itulah orang yang beruntung.
Hidupnya
dijadikan sarana untuk mengumpulkan bekal. Sebab, sewaktu-waktu hidupnya
dijemput maut.
Maut
datang secara mendadak. Tidak dapat direncanakan. Banyak yang sudah sakit
menaun, tidak juga dijemput maut.
Namun,
banyak yang mati secara tiba-tiba tidak pandang usia, pangkat, gelar sarjana,
kaya, miskin, rakyat, pejabat, ustadz, kiai, lelaki, perempuan, tua, muda; apabila
catatan maut sudah waktunya menjemput. Pasti matilah orang itu. Siapa pun orang
itu, tanpa terkecuali, tanpa pandang bulu.
Karenanya,
sangat rugi jikalau hidup di dunia yang sangat singkat ini dijadikan sarana
untuk saling mengolok, menghina, memfitnah, adu-domba, menindas, menculik,
membunuh, dan merusak.
Sebaliknya,
simpan rapat semua kebaikan yang ditujukan untuk Gusti Alloh. Jangan boleh ada
yang tahu. Biarkan tetap di dalam hati dan DIA Alloh saja yang tahu.
Silakan
bandingkan antara pola hidup ikan dengan pola hidup kura-kura. Kura-kura
usianya relatif lebih panjang ketimbang ikan; secara umum.
Sebab,
kura-kura memilih “diam” tidak mau terbawa arus dan sok usil mengurusi
kehidupan pihak lain.
Ia
memilih “tawaqquf” seraya membenarkan bahwa semua takdir Alloh pasti benar, dan
pasti terdapat ilmu hikmah di balik setiap terjadinya takdir.
Bahkan,
seringkali Gusti Alloh membuka ilmu dari sisi DIA Alloh melalui berbagai takdir
yang terjadi. Karena setiap takdir pasti memiliki sunnatulloh sebagai “ikutan”
takdir tersebut.
Sejatinya,
hidup ini tidak perlu neko-neko. Ikuti saja “proses” takdir yang terus
berjalan. Perjalanan takdir Alloh pasti benar adanya. Pasti menjadikan manusia
semakin matang lagi dewasa sebagai hamba Alloh. Sangat berfaedah.
Lihat
“proses” kehidupan ulat-kepompong-kupu-kupu. Semua siklus itu pasti terjadi.
Tidak dapat menolak sewaktu takdirnya masih menjadi ulat. Begitu seterusnya.
Santai
saja dalam melakoni hidup ini. Takdir Gusti Alloh pasti benar. Semua sudah
dikaruniai tempat sendiri-sendiri. Juga kecerdasan beragama sendiri-sendiri.
Namun, rohmat Gusti Alloh tetap untuk semua makhluk yang sudah diciptakan tanpa
pilih kasih.
Luasnya
rohmat itulah yang wajib disyukuri oleh umat manusia. Disebabkan, manusia dikaruniai
anugerah mulia berupa iman dan yakin dengan Gusti Alloh yang Mahakuasa.
Sangat
rugi apabila manusia yang dikaruniai akal tidak menjadikan dirinya, semakin
tambah iman dan keyakinannya kepada Gusti Alloh.
Dengan
mendahulukan iman, hidup manusia tidak salah pilih, juga tidak salah melangkah.
Ingat, langkah awal sangat menentukan langkah-langkah seterusnya di kehidupan
ini.
Jadi,
tidak perlu menghiraukan komentar dan ocehan orang lain. Biarkan anjing
menggonggong kafilah tetap berlalu.
Orang
yang menyukai Anda tetap membenarkan Anda meski Anda salah. Iya kan?!
Orang
yang membenci Anda selalu menyalahkan Anda meski Anda benar. Iya kan?!
Berapa
banyak waktu Anda terbuang hanya untuk mengurusi kehidupan orang lain. Anda
lupa pada diri Anda sendiri kapan harus makan dan istirahat. Iya kan?!
Sayangi
diri Anda dengan lebih peduli pada urusan Anda sendiri. Sebab, Anda akan
menjadi orang yang selalu kekurangan sewaktu diri Anda selalu ingin tahu urusan
orang lain. Iya kan?!
Seorang
mukmin tidak pernah terkecoh dengan apa yang dikatakan oleh orang lain. Justru,
mukmin sangat berterima-kasih sebab begitu banyak fitnah yang tertuju kepada
dirinya. Sebab, melalui syukur fitnah tersebut berubah menjadi “pupuk” yang
sangat berguna di kehidupannya.
Jadilah
diri sendiri. Jadilah yang terbaik untuk dirinya. Teruslah berbuat baik yang
memiliki faedah untuk dirinya. Jangan pernah lelah untuk selalu berbuat baik.
Jadikan
sabar, ridlo, dan murah-hati sebagai langkah awal untuk meniti takdir kehidupan
dunia yang fana ini. Niscaya, kebijakan dan arifnya hidup dapat diraih guna
menjadi bekal kematian sewaktu-waktu, yang menjadi Gusti Alloh merohmati dengan
maghfiroh.
Teruslah
kita kuatkan husnudhon billah kita. Hidup menjadi tenang, aman, nyaman,
tentram, dan penuh kebijakan yang arif.
Jangan
mau ditipu oleh syahwat samar melalui instannya hidup dengan tersedianya
berbagai kemudahan, di antaranya kemudahan menggunakan sosmed. Yang seringkali
lalai dan abai untuk mengucapkan, “basmalah” dan “hamdalah” untuk meng-on-kan
dan meng-off-kan•


Tidak ada komentar: