Keutamaaan Rosululloh saw. di Mata Sahabat Umar r.hu (2)
Imam al-Ghozali di dalam ihya’nya mengabadikan untaian mutiara yang keluar dari lisan sahabat Umar bin Khottob r.hu; saat Rosululloh saw kekasihnya pindah ke rofiqil a’la. Dengan nada penuh haru;
بِأَبِيْ أَنْتَ وَأُمِّي يَا رَسُوْلُ اللهِ لَئِنْ كَانَ مُوسَى أَعْطَاهُ اللهُ حَجَرًا تَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْأَنْهَارُ فَمَاذَا بِأَعْجَبَ مِنْ أَصَابِعَكَ حِيْنَ نَبْعَ مِنْهَا الْمَاءُ صَلَّى اللهُ عَلَيْكَ
Sahabat Umar r.hu memuji kekasihnya; dengan sangat istimewa yaitu [ayah dan ibunya sebagai tebusan.] beliau mengatakan ya Rosululloh saw. jika nabi musa as. diberi mukjizat batu yang bisa memancarkan mata air hingga menjadi bengawan-bengawan. Maka hal itu tidak lebih menakjubkan jika dibanding dengan mukjizat kekasihnya saw. yaitu ketika jari-jemari Rosulullloh saw. mengeluarkan mata air [nyumber]. Sehingga mengenyangkan semua perut yang kelaparan dan tenggorokan yang kehausan.
Sebagaimana direkam Imam al-Bukhori dalam shohihnya;
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا هَذَا الْحَدِيثَ قَالَ قَدْ رَأَيْتُنِي مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ حَضَرَتْ الْعَصْرُ وَلَيْسَ مَعَنَا مَاءٌ غَيْرَ فَضْلَةٍ فَجُعِلَ فِي إِنَاءٍ فَأُتِيَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِهِ فَأَدْخَلَ يَدَهُ فِيهِ وَفَرَّجَ أَصَابِعَهُ ثُمَّ قَالَ حَيَّ عَلَى أَهْلِ الْوُضُوءِ الْبَرَكَةُ مِنْ اللَّهِ فَلَقَدْ رَأَيْتُ الْمَاءَ يَتَفَجَّرُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ فَتَوَضَّأَ النَّاسُ وَشَرِبُوا فَجَعَلْتُ لَا آلُوا مَا جَعَلْتُ فِي بَطْنِي مِنْهُ فَعَلِمْتُ أَنَّهُ بَرَكَةٌ قُلْتُ لِجَابِرٍ كَمْ كُنْتُمْ يَوْمَئِذٍ قَالَ أَلْفًا وَأَرْبَعَ مِائَةٍ
dari sahabat Jabir bin Abdulloh r.huma. dia berkata; "Sungguh aku pernah bersama Nabi saw, ketika itu waktu sholat Ashar telah tiba sedangkan kami tidak memiliki persediaan air kecuali hanya sedikit, lalu air tersebut ditaruh ke dalam wadah dan diberikan kepada Nabi saw, setelah itu beliau memasukkan tangan beliau ke dalam wadah tersebut sambil meregangkan jari jemarinya kemudian beliau bersabda: "Mari berwudlu' untuk mendapatkan keberkahan dari Alloh." Sungguh aku melihat air memancar dari jari-jemari beliau, orang-orang pun bergegas melakukan wudlu sambil minum, dan aku pun bergegas untuk mengenyangkan perutku dengan air tersebut karena aku tahu kalau air itu sarat dengan keberkahan." Kataku kepada Jabir; "Berapakah jumlah kalian waktu itu?" dia menjawab; "seribu empat ratus orang”. [Hr. Imam Bukhori]
Setiap mukjizat itu adalah hal yang luar biasa yang tidak bisa ditiru oleh manusia yang lainnya. Sebagaimana muncratnya air dari batu yang dipukul nabi musa as. atas petunjuk ALLOH swt. Sebagaimana firmanNYA;
۞وَإِذِ ٱسۡتَسۡقَىٰ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦ فَقُلۡنَا ٱضۡرِب بِّعَصَاكَ ٱلۡحَجَرَۖ فَٱنفَجَرَتۡ مِنۡهُ ٱثۡنَتَا عَشۡرَةَ عَيۡنٗاۖ قَدۡ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٖ مَّشۡرَبَهُمۡۖ كُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ مِن رِّزۡقِ ٱللَّهِ وَلَا تَعۡثَوۡاْ فِي ٱلۡأَرۡضِ مُفۡسِدِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman: "Pukullah batu itu dengan tongkatmu". Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku telah mengetahui tempat minumnya (masing-masing). Makan dan minumlah rezeki (yang diberikan) ALLOH, dan janganlah kamu berkeliaran di muka bumi dengan berbuat kerusakan.” [Qs. al-Baqoroh[2]: 60].
Kami tidak sedang membandingkan kehebatan nabi musa as. dengan Rosululloh saw. sebab pada dasarnya setiap nabi terlebih rosul ialah manusia-manusia pilihan ALLOH swt. Dan setiap nabi memiliki kedudukan mulia disisiNYA.
Hanya saja menurut sahabat Umar r.hu. dalam rintihannya seakan memberikan isyarat, bahwa mukjizat keluarnya air dari sela jari-jemari beliau tentu lebih hebat daripada memancarnya air dari batu, sebab memang lumrah air keluar dari celah bebatuan.
Mukhtarom Arsalan Pengasuh Ribath Ibadurrohman el-Luthfy, Benowo. Pernah menjadi mukimer Pondok Pesantren Tambak Bening

Tidak ada komentar: