Do'akan Dia Dalam Diam
دَعْوَةُ
الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ
رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ
الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ
“Doa seorang muslim untuk
saudaranya (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya do’a mustajabah.
Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia
mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan
mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan hal yang sama.” (Hr.
Muslim)
Pemahaman Hadis
Bidhohril Ghoib artinya tanpa sepengetahuan. Maksudnya,
orang yang dido’akan tidak mengetahui ada orang yang mendo’akannya.
Mustajabatun, artinya dikabulkan. Maksudnya, segala
apa yang diinginkan terwujud. Maka sebagai hambaNYA cobalah selalu berdo’a dan
berdzikir kepadaNYA untuk meminta atau memohon pertolongan dari Alloh. Dan
jangan berhenti maupun menyerah. karena Alloh menyukai para hambaNYA yang
selalu terus berusaha dan berdo’a.
Qolalmalaku Amin, artinya malaikat yang diutus tersebut akan
mengucapkan amin. Maksudnya, setiap hamba Alloh berdo’a kepada orang lain
selalu di amini para malaikat.
Walaka bimisli dzalika, artinya Dan kamu juga akan mendapatkan hal
yang sama. Maksudnya, jika kita mendo’akan kebaikan kepada saudara
(sesama muslim maupun mukmin) pasti mendapatkan kebaikan yang sama sesuai
dengan yang diminta.
Risalah Luthfiah
Imam An-Nawawi -rohimahulloh- mengatakan:
“Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri,
maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap
saudaranya akan dikabulkan dan ia pun mendapatkan hal yang sama”.(Syarh Muslim
18/49)
Guru saya pernah mengatakan: “Bila engkau
mengingikan sesuatu,maka berdo’alah agar Alloh mengaruniakan hal yang sama
untuk saudaramu. Karena malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan
permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu
sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat.”
Dalam mendoakan orang lain tidak ada ketahuan
bahwa jarak antara kita dan orang yang didoakan tersebut harus berjauhan, yang
terpenting adalah orang yang didoakan tersebut tidak mengetahui kalau kita
sedang mendoakan kebaikan untuknya jadi meskipun dia berada dihadapan kita,
lalu kita mendoakanya dengan suara lirih tanpa sepengetahuannya, maka kita
termasuk orang yang dimaksudkan dalam hadist di atas. Hal ini sebagaimana yang
dijelaskan oleh Al Adzim Abadi dalam Aun Al Ma’buud:04/272-275
Sebagai hamba Alloh yang baik di dunia ini,
kita harus saling doa mendoakan kebaikan sesama muslim maupun
mukmin seperti apa yang dijelaskan oleh guru –guru kami diatas. Jika
ada orang yang tidak mau mendoakan saudaranya maka ia dikatakan orang sombong
lagi serakah.
Penderitaan yang dialami orang lain kerap
kali kerap kali membuat hati terenyuh. Sadar atau tidak terkadang kita
diam-diam mendoakan agar orang yang didera derita tersebut mendapatkan
kelapangan.
Perbuatan ini memang hanya menjadi rahasia
anda dan Alloh swt. Sementara orang yang didoakan, tidak pernah tahu bahwa
kelapangan yang ia peroleh didapatkan karena
Alloh swt. mendengar doa orang lain untuknya.
Agama Islam sangat menjunjung kasih sayang
terhadap sesama muslim. Hal ini menjadi sunnah hassanah yang diturunkan secara
turun temurun dari Nabi-nabi sebelum Muhammad saw. Mereka senang kalau
kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga mereka pun mendo’akan saudaranya
diam-diam tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri.
Itulah pentingnya memilki paseduluran sesama
muslim maupun mukmin yang selalu mendoakan diantara kita. Dengan do’alah Alloh
akan mengabulkan semua apa yang kita inginkan, khususnya yang sudah
dikaruniai keluarga. Maka wajib setiap selalu mendoakan kebaikan
kepada istri dan anak-anaknya begitu pula dengan seorang guru yang selalu
mendoakan murid-murid agar diberikan ilmu yang faedah lagi Barokah.
“Tidak beriman salah seorang di antara kalian
sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya
sendiri.” (Hr. Al-Bukhori dan Muslim dari Anas bin Malik)
Sebagaimana do’a yang kami tulis di majalah
MAYAra edisi 157 yang berjudul do’a keluarga maslahah yang berbunyi “Ya
Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan
sholat, Ya Tuhan kami, perkenalkanlah do’aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan
kedua orang tuaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab.”
(Qs. Ibrohim: 40-41)
Seperti halnya ketika berada di suatu majelis
ilmu yang dimana tempat tersebut untuk bertholabul i’lm. Yang disitu banyak
malaikat yang hadir menyaksikan bahkan mengamini para hambaNYA yang sedang
berdo’a. karena tempat tersebut sangat dimustajabahi oleh Alloh swt. Insya
Alloh.
-------------------------------------------------------------
Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam
kitab jami’ul usul fi ahâdîtsirrosul, bab fashur rôbi’ fi ahâdis mutafarriqoh,
jus IV, halaman 167, hadis nomor 2139.
Alidio Abdurro'uf Majid Humas Ribath al-Ibadah al-Islamy asy-Syarif, Surabaya. Alumnus Ponpes Darul Ulum, Jombang.

Tidak ada komentar: