Do'akan Dia Dalam Diam

Minggu, Agustus 14, 2016
دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لِأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ


Doa seorang muslim untuk saudaranya  (sesama muslim) tanpa sepengetahuannya do’a mustajabah. Di atas kepalanya ada malaikat yang telah diutus. Sehingga setiap kali dia mendoakan kebaikan untuk saudaranya, maka malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan, “Amin dan kamu juga akan mendapatkan hal yang sama.” (Hr. Muslim)

Pemahaman Hadis

Bidhohril Ghoib artinya tanpa sepengetahuan. Maksudnya, orang yang dido’akan tidak mengetahui ada orang yang mendo’akannya.


Mustajabatun, artinya dikabulkan. Maksudnya, segala apa yang diinginkan terwujud. Maka sebagai hambaNYA cobalah selalu berdo’a dan berdzikir kepadaNYA untuk meminta atau memohon pertolongan dari Alloh. Dan jangan berhenti maupun menyerah. karena Alloh menyukai para hambaNYA yang selalu terus berusaha dan berdo’a.


Qolalmalaku Amin, artinya malaikat yang diutus tersebut akan mengucapkan amin. Maksudnya, setiap hamba Alloh berdo’a kepada orang lain selalu di amini para malaikat.


Walaka  bimisli dzalika, artinya Dan kamu juga akan mendapatkan hal yang sama. Maksudnya, jika kita mendo’akan kebaikan kepada  saudara (sesama muslim maupun mukmin) pasti mendapatkan kebaikan yang sama sesuai dengan yang diminta.


Risalah Luthfiah

Imam An-Nawawi -rohimahulloh- mengatakan: “Sebagian salaf dahulu, apabila ingin meminta sesuatu untuk dirinya sendiri, maka dia akan memintakan hal yang sama untuk saudaranya. Karena doanya terhadap saudaranya akan dikabulkan dan ia pun mendapatkan hal yang sama”.(Syarh Muslim 18/49)


Guru saya pernah mengatakan: “Bila engkau mengingikan sesuatu,maka berdo’alah agar Alloh mengaruniakan hal yang sama untuk saudaramu. Karena malaikat akan mengaminkan do’amu dan memohonkan permintaan yang sama untukmu. Sehingga saudaramu mendapatkan do’a darimu sementara engkau mendapatkan do’a dari malaikat.”


Dalam mendoakan orang lain tidak ada ketahuan bahwa jarak antara kita dan orang yang didoakan tersebut harus berjauhan, yang terpenting adalah orang yang didoakan tersebut tidak mengetahui kalau kita sedang mendoakan kebaikan untuknya jadi meskipun dia berada dihadapan kita, lalu kita mendoakanya dengan suara lirih tanpa sepengetahuannya, maka kita termasuk orang yang dimaksudkan dalam hadist di atas. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al Adzim Abadi dalam Aun Al Ma’buud:04/272-275


Sebagai hamba Alloh yang baik di dunia ini, kita harus saling doa mendoakan kebaikan sesama muslim maupun mukmin  seperti apa yang dijelaskan oleh guru –guru kami diatas. Jika ada orang yang tidak mau mendoakan saudaranya maka ia dikatakan orang sombong lagi serakah.


Penderitaan yang dialami orang lain kerap kali kerap kali membuat hati terenyuh. Sadar atau tidak terkadang kita diam-diam mendoakan agar orang yang didera derita tersebut mendapatkan kelapangan.


Perbuatan ini memang hanya menjadi rahasia anda dan Alloh swt. Sementara orang yang didoakan, tidak pernah tahu bahwa kelapangan yang ia peroleh didapatkan karena Alloh swt. mendengar doa orang lain untuknya. 


Agama Islam sangat menjunjung kasih sayang terhadap sesama muslim. Hal ini menjadi sunnah hassanah yang diturunkan secara turun temurun dari Nabi-nabi sebelum Muhammad saw. Mereka senang kalau kaum muslimin mendapatkan kebaikan, sehingga mereka pun mendo’akan saudaranya diam-diam tatkala mereka mendoakan diri mereka sendiri.  


Itulah pentingnya memilki paseduluran sesama muslim maupun mukmin yang selalu mendoakan diantara kita. Dengan do’alah Alloh akan mengabulkan  semua apa yang kita inginkan, khususnya yang sudah dikaruniai keluarga. Maka wajib setiap  selalu mendoakan kebaikan kepada istri dan anak-anaknya begitu pula dengan seorang guru yang selalu mendoakan murid-murid agar diberikan ilmu yang faedah lagi Barokah.


“Tidak beriman salah seorang di antara kalian sampai dia mencintai untuk saudaranya apa yang dia cintai untuk dirinya sendiri.” (Hr. Al-Bukhori dan Muslim dari Anas bin Malik)


Sebagaimana do’a yang kami tulis di majalah MAYAra edisi 157 yang berjudul do’a keluarga maslahah yang berbunyi “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat, Ya Tuhan kami, perkenalkanlah do’aku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku dan kedua orang tuaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab.” (Qs. Ibrohim: 40-41)


Seperti halnya ketika berada di suatu majelis ilmu yang dimana tempat tersebut untuk bertholabul i’lm. Yang disitu banyak malaikat yang hadir menyaksikan bahkan mengamini para hambaNYA yang sedang berdo’a. karena tempat tersebut sangat dimustajabahi oleh Alloh swt. Insya Alloh. 
-------------------------------------------------------------

Hadis ini diriwayatkan oleh Abu Dawud dalam kitab jami’ul usul fi ahâdîtsirrosul, bab fashur rôbi’ fi ahâdis mutafarriqoh, jus IV, halaman 167, hadis nomor 2139.


Alidio Abdurro'uf Majid Humas Ribath al-Ibadah al-Islamy asy-Syarif, Surabaya. Alumnus Ponpes Darul Ulum, Jombang. 



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.