Milikilah Rasa Kasih Sayang!

Sabtu, September 03, 2016

خَابَ عَبْدٌ وَخَسِرَ، لَمْ يَجْعَلِ اللهُ تَعَالىٰ فِيْ قَلْبِهِ رَحْمَةً لِلْبَشَرِ

“Alangkah kecewa dan rugi seorang hamba yang Alloh swt. tidak menanamkan rasa kasih sayang di dalam hatinya terhadap manusia (lainnya).”*


Pemahaman Hadis
Secara shorfiah, kata Khôba adalah bina’ Ajwaf di mana pada ‘ain fi’il-nya terdiri dari salah satu huruf ‘illat (wawu dan ya’). Dalam kamus Munawwir, kata Khôba ini ada dua bentuk. Pertama, Khôba yang bentuk asalnya kho-wa-ba atau al-khoubatu yang berarti tanah yang tidak berumput/tidak mendapat hujan. Kedua, Khôba yang bentuk asalnya kho-ya-ba artinya kecewa.

Khosiro, artinya rugi. Banyak hal yang menyebabkan kerugian. Rugi dalam hal ini berarti pula kehilangan sesuatu. Kata khosiro dapat pula berarti kerusakan.
Rohmatan lilbasyar, artinya kasih sayang terhadap manusia. Kasih sayang yang tercurahkan terhadap semua yang berada di luar dirinya. Baik itu saudara seagama, sesama manusia, atau terhadap alam lingkungan.

Hadis ini menunjukkan ketidak-baikan orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang. Dia benar-benar akan merasa kecewa dan rugi seperti halnya tanah-tanah tandus yang tak dihinggapi air hujan. Pada hakikatnya, hidupnya gersang meski berlimpah kemewahan. Jiwanya kosong walaupun bergelimang harta.

Suatu ketika Rosululloh saw. didatangi salah satu cucu beliau, kemudian beliau memangku dan menciumnya. Salah seorang sahabat yang berada di dekat beliau berkata, “aku belum pernah mencium salah seorang dari anak-anakku”, kemudian disabdakanlah hadis ini.  

Ar-Risalatul Luthfiah
Kasih sayang merupakan indikasi dari kelembutan hati. Seseorang tidak akan dapat berkasih sayang jika hatinya masih keras, hatinya kotor dan hatinya masih mengidap penyakit-penyakit ganas seperti halnya iri, dengki, tamak, ragu atas ketetapan takdir Alloh swt. dan lain sebagainya. Sifat kasih sayang juga tidak akan dapat tertanam dalam hati yang sombong lagi angkuh. Sebab sifat kasih sayang adalah cerminan dari sifat rohman dan rohîm Alloh yang selamanya tidak akan pernah bersatu dengan kesombongan yang berdiam di dalam hati seseorang.

Sifat kasih sayang adalah anugerah dari Alloh swt. yang harus disyukuri. Sebab sifat kasih sayang tidak serta merta terus berada dalam hati. Bisa saja sifat kasih sayang itu tercabut manakala dalam hati timbul penyakit. Oleh karena itu, terus-meneruslah bersyukur atas anugerah yang berupa rasa kasih sayang tersebut. Sesuai janji Alloh swt. bahwa barang siapa bersyukur atas anugerahNYA, DIA akan menambah anugerah tersebut.

Barang siapa tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap orang lain, hidupnya akan terasa hampa. Manusia tidak dapat hidup sendirian. Manusia butuh kehadiran orang lain di kehidupannya. Seorang laki-laki akan butuh kehadiran perempuan sebagai pendamping. Orang tua akan butuh kehadiran anak untuk pelengkap dan penerus kehidupan. Mau makan, di dalamnya juga dibutuhkan keterlibatan orang lain. Ingin membangun rumah, pasti membutuhkan orang lain. Menjadi penulis, dia juga akan membutuhkan orang lain untuk mendapatkan perlengkapan menulis. Begitulah seterusnya. Akan tetapi jangan lupa, sandaran pertama dan yang utama adalah Tuhan, Alloh robbul ‘alamin. Begitu pula ketika Alloh swt. mengaruniakan rezeki kepada kita, rezeki itu akan datang dari berbagai jalan. Tidak selamanya rezeki dariNYA lansung melalui kita sendiri. Tetapi juga memalalui jalan orang lain sebagai wasilah.

Seorang manusia memiliki hubungan ketersambungan dengan yang lainnya. Baik kepada sesama manusia atau kepada makhluk-makhluk Alloh yang lain. Maka, sifat kasih sayang tersebut sangatlah penting untuk dimiliki oleh setiap individu. Jika kita berharap memperoleh kasih sayang dari orang lain, maka berkasih sayanglah terlebih dahulu kepada orang lain. Siapa yang tidak menyayangi, tidak akan disayangi. Rosulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang tidak menyayangi sesama manusia maka Alloh tidak akan menyayanginya” (Muttafaqun Alaih).

Kasih sayang dan cinta kasih terhadap sesama manusia, utamanya sesama orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah bagian dari sempurnanya iman. Sebagaimana sabda Nabi saw. "Demi Dzat yang jiwaku berada ditanganNYA. Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman, dan tidak bisa sempurna keimanan kalian sampai kalian saling menyintai, maukah kalian aku beritahu sesuatu yang apabila kalian kerjakan kalian akan saling menyintai? Tebarkanlah salam di antara kalian". (Hr. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).

Kasih sayang merupakan keterikatan seorang manusia dengan manusia yang lain secara emosional. Kasih sayang adalah ruh dari paseduluran. Kasih sayang merupakan inti dari kehidupan. Iman yang dilandasi rasa kasih sayang akan mampu melahirkan akhlak agung sebagaimana baginda Nabi saw. diutus untuk menyempurnakan akhlak. Islam yang didasari dengan rasa kasih sayang akan mampu menyiptakan peradaban. Rosululloh saw. bersabda, “Perumpamaan orang yang beriman dalam kasih sayang dan cinta kasih seperti halnya satu badan, jika salah satu anggota merasa sakit maka yang lain ikut merasa panas dan tidak bisa tidur” (Muttafaqun Alaih).
----------------------------------------

*Hadis ini terdapat dalam kitab Jami’ul AhaditsHuruf Kho’, juz XII, halaman 242, hadis nomor 11832. Dalam kitab Kanzul Umal Fi Sunanil Aqwal Wal Af’al, bab al-Fashluts Tsani, juz III, halaman 162, hadis nomor 5968.


Fery Fadly Jauhari Penyair asal Sumenep. Kini tinggal di Surabaya. Buku Puisinya akan terbit dalam waktu dekat.  



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.