Milikilah Rasa Kasih Sayang!
خَابَ
عَبْدٌ وَخَسِرَ، لَمْ يَجْعَلِ اللهُ تَعَالىٰ فِيْ قَلْبِهِ رَحْمَةً لِلْبَشَرِ
“Alangkah
kecewa dan rugi seorang hamba yang Alloh swt. tidak menanamkan rasa kasih
sayang di dalam hatinya terhadap manusia (lainnya).”*
Pemahaman Hadis
Secara shorfiah, kata Khôba adalah bina’
Ajwaf di mana pada ‘ain fi’il-nya terdiri dari salah satu
huruf ‘illat (wawu dan ya’). Dalam kamus
Munawwir, kata Khôba ini ada dua bentuk. Pertama, Khôba yang
bentuk asalnya kho-wa-ba atau al-khoubatu yang
berarti tanah yang tidak berumput/tidak mendapat hujan. Kedua, Khôba yang
bentuk asalnya kho-ya-ba artinya kecewa.
Khosiro, artinya rugi. Banyak hal yang menyebabkan kerugian. Rugi dalam hal ini
berarti pula kehilangan sesuatu. Kata khosiro dapat pula
berarti kerusakan.
Rohmatan lilbasyar, artinya kasih sayang terhadap manusia. Kasih
sayang yang tercurahkan terhadap semua yang berada di luar dirinya. Baik itu
saudara seagama, sesama manusia, atau terhadap alam lingkungan.
Hadis
ini menunjukkan ketidak-baikan orang yang tidak memiliki rasa kasih sayang. Dia
benar-benar akan merasa kecewa dan rugi seperti halnya tanah-tanah tandus yang
tak dihinggapi air hujan. Pada hakikatnya, hidupnya gersang meski berlimpah
kemewahan. Jiwanya kosong walaupun bergelimang harta.
Suatu ketika Rosululloh saw. didatangi salah satu cucu
beliau, kemudian beliau memangku dan menciumnya. Salah seorang sahabat yang
berada di dekat beliau berkata, “aku belum pernah mencium salah seorang dari
anak-anakku”, kemudian disabdakanlah hadis ini.
Ar-Risalatul Luthfiah
Kasih sayang merupakan indikasi dari kelembutan hati.
Seseorang tidak akan dapat berkasih sayang jika hatinya masih keras, hatinya
kotor dan hatinya masih mengidap penyakit-penyakit ganas seperti halnya iri,
dengki, tamak, ragu atas ketetapan takdir Alloh swt. dan lain sebagainya. Sifat
kasih sayang juga tidak akan dapat tertanam dalam hati yang sombong lagi
angkuh. Sebab sifat kasih sayang adalah cerminan dari sifat rohman dan rohîm Alloh
yang selamanya tidak akan pernah bersatu dengan kesombongan yang berdiam di
dalam hati seseorang.
Sifat kasih sayang adalah anugerah dari Alloh swt. yang
harus disyukuri. Sebab sifat kasih sayang tidak serta merta terus berada dalam
hati. Bisa saja sifat kasih sayang itu tercabut manakala dalam hati timbul
penyakit. Oleh karena itu, terus-meneruslah bersyukur atas anugerah yang berupa
rasa kasih sayang tersebut. Sesuai janji Alloh swt. bahwa barang siapa
bersyukur atas anugerahNYA, DIA akan menambah anugerah tersebut.
Barang siapa tidak memiliki rasa kasih sayang terhadap
orang lain, hidupnya akan terasa hampa. Manusia tidak dapat hidup sendirian.
Manusia butuh kehadiran orang lain di kehidupannya. Seorang laki-laki akan
butuh kehadiran perempuan sebagai pendamping. Orang tua akan butuh kehadiran
anak untuk pelengkap dan penerus kehidupan. Mau makan, di dalamnya juga
dibutuhkan keterlibatan orang lain. Ingin membangun rumah, pasti membutuhkan
orang lain. Menjadi penulis, dia juga akan membutuhkan orang lain untuk mendapatkan
perlengkapan menulis. Begitulah seterusnya. Akan tetapi jangan lupa, sandaran
pertama dan yang utama adalah Tuhan, Alloh robbul ‘alamin. Begitu
pula ketika Alloh swt. mengaruniakan rezeki kepada kita, rezeki itu akan datang
dari berbagai jalan. Tidak selamanya rezeki dariNYA lansung melalui kita
sendiri. Tetapi juga memalalui jalan orang lain sebagai wasilah.
Seorang manusia memiliki hubungan ketersambungan dengan
yang lainnya. Baik kepada sesama manusia atau kepada makhluk-makhluk Alloh yang
lain. Maka, sifat kasih sayang tersebut sangatlah penting untuk dimiliki oleh
setiap individu. Jika kita berharap memperoleh kasih sayang dari orang lain,
maka berkasih sayanglah terlebih dahulu kepada orang lain. Siapa yang tidak
menyayangi, tidak akan disayangi. Rosulullah saw bersabda: “Barangsiapa
yang tidak menyayangi sesama manusia maka Alloh tidak akan menyayanginya” (Muttafaqun
Alaih).
Kasih sayang dan cinta kasih terhadap sesama manusia,
utamanya sesama orang-orang yang berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Esa
adalah bagian dari sempurnanya iman. Sebagaimana sabda Nabi saw. "Demi
Dzat yang jiwaku berada ditanganNYA. Kalian tidak akan masuk surga sampai
kalian beriman, dan tidak bisa sempurna keimanan kalian sampai kalian saling
menyintai, maukah kalian aku beritahu sesuatu yang apabila kalian kerjakan
kalian akan saling menyintai? Tebarkanlah salam di antara kalian".
(Hr. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Kasih sayang merupakan keterikatan seorang manusia dengan
manusia yang lain secara emosional. Kasih sayang adalah ruh dari paseduluran.
Kasih sayang merupakan inti dari kehidupan. Iman yang dilandasi rasa kasih
sayang akan mampu melahirkan akhlak agung sebagaimana baginda Nabi saw. diutus
untuk menyempurnakan akhlak. Islam yang didasari dengan rasa kasih sayang akan
mampu menyiptakan peradaban. Rosululloh saw. bersabda, “Perumpamaan
orang yang beriman dalam kasih sayang dan cinta kasih seperti halnya satu
badan, jika salah satu anggota merasa sakit maka yang lain ikut merasa panas
dan tidak bisa tidur” (Muttafaqun Alaih).
----------------------------------------
*Hadis ini terdapat dalam kitab Jami’ul Ahadits, Huruf
Kho’, juz XII, halaman 242, hadis nomor 11832. Dalam
kitab Kanzul Umal Fi Sunanil Aqwal Wal Af’al, bab al-Fashluts
Tsani, juz III, halaman 162, hadis nomor 5968.
Fery Fadly Jauhari Penyair asal Sumenep. Kini tinggal di Surabaya. Buku Puisinya akan terbit dalam waktu dekat.

Tidak ada komentar: