Merah Putih, Warisan dari Alloh
“Sesungguhnya
Alloh melipat bumi untukku sehingga aku bisa melihat bagian timur dan baratnya.
Dan sesungguhnya kekuasa’an ummatku akan mencapai apa yang telah dinampakkan
kepadaku. Aku diberi dua harta simpananyang berwarna Merah dan
putih. Dan sesungguhnya aku meminta Robbku untuk ummatku agar DIA tidak
membinasakan mereka dengan kekeringan menyeluruh, agar DIA tidak memberi kuasa
musuh untuk menguasai mereka selain diri mereka sendiri sehingga menyerang
perkumpulan mereka. Dan sesungguhnya Robbku berfirman, “Hai Muhammad,
sesungguhnya jika AKU menentukan takdir maka tidak bisa dirubah, sesungguhnya
AKU memberikan umatmu agar mereka tidak dibinasakan oleh kekeringan menyeluruh
dan AKU tidak akan memberi kuasa musuh untuk menyerang mereka selain dari diri
mereka sendiri lalu mereka menyerang perkumpulan mereka, walaupun musuh
mengepung mereka dari segala penjurunya, hingga akhirnya sebagian dari mereka
(umatmu) membinasakan sebagian lainnya dan saling menawan satu sama lain.”
Pemahaman Hadis
Zawâ artinya melipat. Hadis di atas
menerangkan bahwa suatu ketika, Alloh swt. pernah melipat bumi, atau menjadikan
bumi terlihat kecil dalam pandangan Rosululloh saw., sehingga beliau mampu
melihat seluruh penjuru bumi meliputi bagian timur dan baratnya.
A’thânil kanzaini artinya Alloh telah memberiku
(Rosululloh saw.) dua harta simpanan, atau dua perbendahara’an. Kanzaini berasal
dari isim mufrod kanzun. Lafadz kanzun secara umum
berarti harta yang masih tersimpan dan belum terlihat jelas bagaimana bentuk
aslinya. Namun suatu sa’at nanti, bentuk asli dari harta yang tersimpan
tersebut akan tampak jelas. Dan dua perbendahara’an yang diberikan kepada
Rosululloh saw. tersebut seperti demikian adanya. Yakni belum terlihat ketika
beliau saw. masih hidup di dunia, dan baru terlihat selang waktu beberapa
dekade pasca Rosululloh saw. diangkat olehNYA ke Rofiqul A’la. Lantas, apakah
yang dimaksud dengan dua perbendahara’an tersebut?
Dua perbendahara’an itu telah disebutkan
indikasinya oleh Alloh swt. Yakni bersifat Al-Ahmaro wal-Abyadlo, artinya
yang berwarna merah dan putih. Kekuasa’an terbesar umat Rosululloh saw. berada
pada dua perbendahara’an yang berwarna merah dan putih tersebut. Hal tersebut
menunjukkan bahwa dua perbendahara’an tersebut merupakan suatu wilayah yang
dikuasai oleh umat beliau saw. Dari sini akan muncul pertanya’an, wilayah
negara mana yang mayoritas penduduknya merupakan pemeluk agama Islam dan
memiliki ciri berwarna merah dan putih, jika bukan Indonesia? Wallohu
a’lam.
Perubahan Perilaku
1. Pahami hadis
melalui ilmu nahwu-shorof, dan makna per-kata.
2. Miliki
hobi membaca buku-buku sejarah Negara Bangsa Indonesia.
3. Bersyukur
karena ditakdirkanNYA menjadi rakyat Negara Bangsa Indonesia.
Risalah Luthfiah
Indonesia ditakdirkan oleh Alloh sebagai
negara dengan jumlah penduduk muslim terbanyak di dunia dan memiliki bendera
berwarna merah putih. Dua anugerah tersebut memiliki sejarah panjang. Terjadinya
eksodus besar-besaran dari masyarakat Jawa kuno yang berpegang teguh pada
ajaran bahwa Tuhan itu “Tan keno kinoyo ngopo” (Tak dapat
diserupakan dengan apapun) berbondong-bondong masuk Islam, tidak terjadi dalam
tempo yang singkat. Sejarah mencatat bahwa ada tiga gelombang dakwah Walisongo
yang masuk ke Indonesia. Dan pada gelombang yang ke-tiga itulah, Masyarakat
Jawa Kuno baru dapat menerima ajaran Islam, setelah Sunan Kalijogo membacakan
ayat “Laisa kamitslihi syai`un” yang singkron dengan
ajaran “Tan keno kinoyo ngopo.”
Bendera Merah Putih yang telah ditetapkan
oleh founding fathers sebagai Bendera Bangsa Indonesia juga memiliki sejarah
yang luar biasa. Ada banyak sejarah yang mengungkap tentang pemilihan warna
merah putih tersebut sebagai Bendera Bangsa yang tak mungkin kita bahas
keseluruhannya dalam artikel singkat ini. Salah satunya adalah sejarah yang ada
relevansinya dengan hadis di atas.
Ir. Soekarno sebagai Presiden pertama Bangsa
Indonesia tercatat telah mendapat gelar Doktor Honoris Causa sebanyak 26 gelar
dari seluruh penjuru dunia. Diantaranya adalah gelar Doktor HC dari Universitas
Kairo, Mesir dalam ilmu Filsafat, dan Gelar Doktor Tauhid dari ITB. Dengan
pengetahuannya yang luas, meliputi ilmu agama dan politik, ditambah hobi
membaca yang telah ada semenjak beliau masih kecil, menjadikan beliau seorang
yang memiliki dasar atas segala hal yang beliau lakukan. Termasuk dalam
menentukan bendera Merah Putih sebagai bendera kebangsa’an.
Secara samar dan tertata rapi, beliau
menyetting Negeri ini untuk menjadi Negeri yang Islami. Hal tersebut dapat kita
lihat dari teks pembuka’an UUD 1945 yang beliau tulis, penempatan tanggal 17
Agustus 1945 sebagai hari Proklamasi Kemerdeka’an Indonesia, dan penyusunan
Pancasila. Dan alasan kenapa beliau menetapkan Bendera Merah Putih sebagai
Bendera Kebangsa’an, terlepas bahwa bendera merah putih itu telah digunakan
sebagai simbol Keraja’an Mapahit, adalah karena beliau pernah membaca hadis
di atas. Kecinta’an beliau terhadap hadis-hadis Rosululloh saw. sangat besar.
Sehingga pernah dalam suatu kesempatan, beliau meminta Presiden Uni Soviet yang
merupakan seorang komunis, untuk mencari makam Imam Bukhori r.hu., yang berada
di Negara Uzbekistan. Dan setelah ditemukannya makan tersebut, beliau langsung
menziarohi maqbaroh itu. Wallohu a’lam.
____________________________________________________________________________
*Hadis diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam
Muslim, terdapat dalam kitab Jami’ul Ahadis, bab Innal Musyaddidata
‘Alal Hamzah, juz VIII, halaman 64, hadis nomor 6867. Dalam
Kitab Sunan at-Tirmidzi, bab Su`alun Nabiyyi saw., juz IV,
halaman 472, hadis nomor 2176. Dalam Kitab Sohih Ibnu Hibban,
bab Fadlul Ummati, juz XVI, halaman 220, hadis nomor
7238.

Tidak ada komentar: