Rumah Kita, Indonesia!

Kamis, Agustus 27, 2020
Indonesia adalah rumah kita bersama. Tempat kelahiran  kita, tempat hidup, tempat bercocok tanam, tempat bekerja mencari nafkah, bahkan juga menjadi tempat membuang kotoran kita. Dan pada waktunya nanti, kita pun insyaAlloh akan di tanam di bumi Indonesia.

Tak ada yang pantas kita haturkan kecuali rasa syukur kita kepada Alloh swt. atas karuniaNYA untuk negeri tercinta Indonesia ini.

Di bulan kemerdekaan ini, marilah kita tingkatkan lagi rasa syukur kita atas negeri ini. Lakukan yang terbaik untuk bangsa dan tanah air tercinta. Teladani apa yang bisa kita teladani dari para pejuang kemerdekaan. Yang telah bersusah-payah, berpeluh dan ber-air mata, berdarah-darah. Bahkan, sekejab saja nyawa yang melayang, demi untuk mengibarkan bendera pusaka merah putih.

Kita hari ini tinggal menikmatinya saja, tak perlu berjuang di medan perang. Tak perlu megangkat senjata. Tak perlu mengucurkan darah. Hanya tinggal meneruskan perjuangan para pendiri bangsa.

Mari tegakkan persatuan dan pererat kerukunan di antara kita. Dari lingkup yang terkecil, yakni keluarga, tetangga dan masyarakat sekitar. Seperti kata pepatah : dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.

Alloh telah mengaruniakan kemerdekaan kepada kita, lewat para pejuang. Mereka “para syuhada” telah mengorbankan jiwa, raga, darah dan bahkan nyawa untuk kemerdekaan negeri ini.

Maka tidak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia dengan segenap jiwa dan raga kita. Mencitai negeri ini, bukanlah hal yang dilarang. Bukan pula hal yang mengandung kesyirikan.

Tetapi sejatinya, mencitai Indonesia adalah implementasi rasa syukur kepada Alloh swt. karena Alloh menciptakan kita semua dengan beragam suku dan bangsa. Maka seharus kita pun mensyukuri karunia nikmat kemerdekaan atas bangsa dan negara kita.

Rosululloh saw. sebagai suri tauladan umat manusia, pun bersyukur atas tanah airnya, dengan senantiasa mencintai bangsa dan tanah airnya. Sebagaimana dalam dawuhnya,

عَÙ†ِ ابْÙ†ِ عَبَّاسٍ، Ù‚َالَ: Ù‚َالَ رَسُولُ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ: Ù…َا Ø£َØ·ْÙŠَبَÙƒِ Ù…ِÙ†ْ بَÙ„ْدَØ©ٍ ÙˆَØ£َØ­َبَّÙƒِ Ø¥ِÙ„َÙŠَّ، ÙˆَÙ„َÙˆْÙ„َا Ø£َÙ†َّ Ù‚َÙˆْÙ…ِÙŠ Ø£َØ®ْرَجُونِÙŠ Ù…ِÙ†ْÙƒِ، Ù…َا سَÙƒَÙ†ْتُ غَÙŠْرَÙƒِ
“Dari Ibnu Abbas r.hu. ia berkata, Rosululloh saw. bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu’.” (Hr. Ibnu Hibban r.hu.).

Setelah Rosululloh saw. hijrah ke kota Yatsrib, yang kemudian dikenal dengan nama Madinah, Rosululloh pun mencintai kota tersebut. Sebagaimana yang terlantunkan dalam doa beliau saw.

 Ø§Ù„Ù„َّÙ‡ُÙ…َّ Ø­َبِّبْ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ†َا الْÙ…َدِينَØ©َ ÙƒَØ­ُبِّÙ†َا Ù…َÙƒَّØ©َ Ø£َÙˆْ Ø£َØ´َدَّ

“Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah.” (Hr. Bukhari r.hu.)

Maka, sangatlah penting untuk kita mencintai negeri ini, mencintai tanah kelahiran, tanah air Indonesia, agar setiap perbuatan kita didasari dengan cinta.

Sebagaimana yang disampaikan oleh kiai Zawawi Imron dalam syairnya, “Indonesia Tanah Sajadah”

“Sebelum kita lahir ke dunia ini
Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu
Lalu kitapun diturunkan Pada sebidang tanah dan air
Yang membentang dari Aceh sampai Papua
Itulah Indonesia

Yang gunungnya biru berselendang awan
Ada hamparan padi menguning keemasan
Di atasnya burung-burung kecil
Menyanyikan keagungan Tuhan
Serta pohon-pohon kelapa yang melambai di tepi pantai 
Indahnya tanah air kita
Sepotong surga yang diturunkan oleh Allah di bumi

Kenapa kita harus cinta kepada tanah air?

Kita minum air Indonesia menjadi darah kita
Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging kita
Kita menghirup udara Indonesia menjadi napas kita
Kita bersujud di atas bumi Indonesia
Berarti bumi Indonesia adalah sajadah kita
Dan nanti kalau tiba saatnya kita mati
Kita akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia
Daging kita yang hancur 
Akan menyatu kembali dengan harumnya bumi Indonesia

Tanah air yang indah
Harus diurus dengan hati yang bersih dan indah
Hati yang taqarrub kepada Allah
Kalau Indonesia ingin tetap indah
Harus diurus dengan akhlak yang indah
Tanah air adalah ibunda kita 
Siapa mencintainya Harus menanaminya dengan benih-benih kebaikan dan kemajuan
Agar Indonesia yang indah semakin damai dan indah
Tanah air adalah sajadah
Siapa mencintainya Jangan mencipratinya dengan darah 
Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat, dan permusuhan

Tanah air Indonesia 
Adalah sajadah kita
tempat bersujud kepada Allah


Marilah tetap jaga persatuan, dan terus pererat kerukunan diantara sesama bangsa, bangsa Indonesia. Hapuskan kebencian dan permusuhan, dan semailah kedamaian, kebersamaan, saling menyayangi dan kasih-mengasihi antar sesama.

Walaupun kita berbeda-beda suku, ras dan agama. Tetapi kita tetap berada dalam satu-kesatuan, Indonesia. Apalagi hanya berbeda dalam hal furu’iyah, berbeda aliran, beda ormas, beda pilihan, beda partai, jangan sampai memecah belah pertasatuan dan persaudaraan kita bersama.

Kita tetap satu, Indonesia! Rumah kita, Indonesia!

Fery Fadly Jauhari Penyair asal Sumenep. Kini tinggal di Surabaya. Buku Puisinya akan terbit dalam waktu dekat.  



Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.