Rumah Kita, Indonesia!
Indonesia adalah rumah kita bersama. Tempat
kelahiran kita, tempat hidup, tempat
bercocok tanam, tempat bekerja mencari nafkah, bahkan juga menjadi tempat
membuang kotoran kita. Dan pada waktunya nanti, kita pun insyaAlloh akan di
tanam di bumi Indonesia.
Tak ada yang pantas kita haturkan kecuali rasa syukur
kita kepada Alloh swt. atas karuniaNYA untuk negeri tercinta Indonesia ini.
Di bulan kemerdekaan ini, marilah kita tingkatkan lagi
rasa syukur kita atas negeri ini. Lakukan yang terbaik untuk bangsa dan tanah
air tercinta. Teladani apa yang bisa kita teladani dari para pejuang
kemerdekaan. Yang telah bersusah-payah, berpeluh dan ber-air mata,
berdarah-darah. Bahkan, sekejab saja nyawa yang melayang, demi untuk
mengibarkan bendera pusaka merah putih.
Kita hari ini tinggal menikmatinya saja, tak perlu
berjuang di medan perang. Tak perlu megangkat senjata. Tak perlu mengucurkan
darah. Hanya tinggal meneruskan perjuangan para pendiri bangsa.
Mari tegakkan persatuan dan pererat kerukunan di antara
kita. Dari lingkup yang terkecil, yakni keluarga, tetangga dan masyarakat
sekitar. Seperti kata pepatah : dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung.
Alloh telah mengaruniakan kemerdekaan kepada kita, lewat
para pejuang. Mereka “para syuhada” telah mengorbankan jiwa, raga, darah dan
bahkan nyawa untuk kemerdekaan negeri ini.
Maka tidak ada alasan untuk tidak mencintai Indonesia
dengan segenap jiwa dan raga kita. Mencitai negeri ini, bukanlah hal yang
dilarang. Bukan pula hal yang mengandung kesyirikan.
Tetapi sejatinya, mencitai Indonesia adalah implementasi
rasa syukur kepada Alloh swt. karena Alloh menciptakan kita semua dengan
beragam suku dan bangsa. Maka seharus kita pun mensyukuri karunia nikmat
kemerdekaan atas bangsa dan negara kita.
Rosululloh saw. sebagai suri tauladan umat manusia, pun
bersyukur atas tanah airnya, dengan senantiasa mencintai bangsa dan tanah
airnya. Sebagaimana dalam dawuhnya,
عَÙ†ِ
ابْÙ†ِ عَبَّاسٍ، Ù‚َالَ: Ù‚َالَ رَسُولُ اللهِ صَÙ„َّÙ‰ اللهُ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ ÙˆَسَÙ„َّÙ…َ: Ù…َا
Ø£َØ·ْÙŠَبَÙƒِ Ù…ِÙ†ْ بَÙ„ْدَØ©ٍ ÙˆَØ£َØَبَّÙƒِ Ø¥ِÙ„َÙŠَّ، ÙˆَÙ„َÙˆْÙ„َا Ø£َÙ†َّ Ù‚َÙˆْÙ…ِÙŠ
Ø£َØ®ْرَجُونِÙŠ Ù…ِÙ†ْÙƒِ، Ù…َا سَÙƒَÙ†ْتُ غَÙŠْرَÙƒِ
“Dari Ibnu Abbas r.hu. ia berkata, Rosululloh saw.
bersabda, ‘Alangkah baiknya engkau (Makkah) sebagai sebuah negeri, dan engkau
merupakan negeri yang paling aku cintai. Seandainya kaumku tidak mengusirku
dari engkau, niscaya aku tidak tinggal di negeri selainmu’.” (Hr. Ibnu Hibban
r.hu.).
Setelah Rosululloh saw. hijrah ke kota Yatsrib, yang
kemudian dikenal dengan nama Madinah, Rosululloh pun mencintai kota tersebut.
Sebagaimana yang terlantunkan dalam doa beliau saw.
اللَّÙ‡ُÙ…َّ
Øَبِّبْ Ø¥ِÙ„َÙŠْÙ†َا الْÙ…َدِينَØ©َ ÙƒَØُبِّÙ†َا Ù…َÙƒَّØ©َ Ø£َÙˆْ Ø£َØ´َدَّ
“Ya Allah, jadikan kami mencintai Madinah seperti cinta
kami kepada Makkah, atau melebihi cinta kami pada Makkah.” (Hr. Bukhari r.hu.)
Maka, sangatlah penting untuk kita mencintai negeri ini,
mencintai tanah kelahiran, tanah air Indonesia, agar setiap perbuatan kita
didasari dengan cinta.
Sebagaimana yang disampaikan oleh kiai Zawawi Imron dalam
syairnya, “Indonesia Tanah Sajadah”
“Sebelum kita lahir ke dunia ini
Rahmat Allah telah menjelma air susu di dada ibu
Lalu kitapun diturunkan Pada sebidang tanah dan air
Yang membentang dari Aceh sampai Papua
Itulah Indonesia
Yang gunungnya biru berselendang awan
Ada hamparan padi menguning keemasan
Di atasnya burung-burung kecil
Menyanyikan keagungan Tuhan
Serta pohon-pohon kelapa yang melambai di tepi
pantai
Indahnya tanah air kita
Sepotong surga yang diturunkan oleh Allah di bumi
Kenapa kita harus cinta kepada tanah air?
Kita minum air Indonesia menjadi darah kita
Kita makan buah-buahan dan beras Indonesia menjadi daging
kita
Kita menghirup udara Indonesia menjadi napas kita
Kita bersujud di atas bumi Indonesia
Berarti bumi Indonesia adalah sajadah kita
Dan nanti kalau tiba saatnya kita mati
Kita akan tidur dalam pelukan bumi Indonesia
Daging kita yang hancur
Akan menyatu kembali dengan harumnya bumi Indonesia
Tanah air yang indah
Harus diurus dengan hati yang bersih dan indah
Hati yang taqarrub kepada Allah
Kalau Indonesia ingin tetap indah
Harus diurus dengan akhlak yang indah
Tanah air adalah ibunda kita
Siapa mencintainya Harus menanaminya dengan benih-benih
kebaikan dan kemajuan
Agar Indonesia yang indah semakin damai dan indah
Tanah air adalah sajadah
Siapa mencintainya Jangan mencipratinya dengan darah
Jangan mengisinya dengan fitnah, maksiat, dan permusuhan
Tanah air Indonesia
Adalah sajadah kita
tempat bersujud kepada Allah
Marilah tetap jaga persatuan, dan terus pererat kerukunan
diantara sesama bangsa, bangsa Indonesia. Hapuskan kebencian dan permusuhan,
dan semailah kedamaian, kebersamaan, saling menyayangi dan kasih-mengasihi
antar sesama.
Walaupun kita berbeda-beda suku, ras dan agama. Tetapi
kita tetap berada dalam satu-kesatuan, Indonesia. Apalagi hanya berbeda dalam
hal furu’iyah, berbeda aliran, beda ormas, beda pilihan, beda partai, jangan
sampai memecah belah pertasatuan dan persaudaraan kita bersama.
Kita tetap satu, Indonesia! Rumah kita, Indonesia!
Fery Fadly Jauhari Penyair asal Sumenep. Kini tinggal di Surabaya. Buku Puisinya akan terbit dalam waktu dekat.

Tidak ada komentar: