Corona si Murid Durhaka
“Hai
anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan
minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Qs. Al-A’rof: 31]
Segala
sesuatu hendaknya dikerjakan dengan sepantasnya. Harus mengedepankan etika
dan etiket—ahklaq dan adap. Dalam bahasa PANCASILA hendaknya bersikap
kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengapa harus adil dan beradab? Sebab ia
adalah perintah quran dan hadis. Dan panduan terbaik bagi seorang mukmin ialah
quran dan hadis atau yang biasa disebut Guru kami Abuya Luthfi Muhammad dengan
Neraca Syariat. Sebab apa saja telah diatur di dalamnya; makan, minum,
berpakaian, cinta sampai senggama semua ada atuaran mainnya.
Jadi
semua hal yang kita perbuat hendaknya terukur dengan Neraca Syariat. Jika kita
merasa sebagai manusia. Misalnya yang jamah kita lakukan saban hari ialah
makan, minum dan berpakaian atuaran mainnya sudah jelas ialah jangan
berlebih-lebihan atau isrof [wala tusrifuu] Qs. al-a’rof: 31.
Makan,
minum, berpakaian boleh dengan catatan dengan yang halal, toyyib dan barokah.
Bahkan harus sebab hal itu diperintahkan Alloh swt dan RosulNYA. Untuk bekal
mendekatkan diri kepadaNYA. Namun jika sudah berlebih-lebihan hal itu menjadi
terlarang. Walaupun halal. Dan lebih terlarang lagi terlaknat jika dikerjakan
dengan melampaui batas. Sebaba Alloh tidak menyukainya.
Bukan
hanya di jalan raya saja yang ada rambu-rambunya dalam hal makan minum pun
demikian. Salah satu tujuan diberikannya rambu-rambu lalu-lintas, agar setiap
pengendara hati-hati dan waspada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak
diinginkan dan selamat sampai tujuan. Begitu juga dalam hal makan dan minum
agar manusia tidak sembrono melampiaskan syahwatnya sehingga
jatuh dalam kubangan penyakit dan bahkan kematian. Sebab kita semua mafhum tidak
sedikit penyakit dan kematian yang ditimbulkan dari makanan yang dikonsumsi
secara berlebihan dan melampaui batas wal keduwal angger kontal halal.
Sebagaimana
yang baru-baru ini terjadi di Wuhan kota metropolitannya Cina. Terjadinya virus
corona pasti bukan sebab hati-hati dan waspada melainkan nggragas lagi kedungsangannya mereka
dalam hal makan. Sebagaimana vidio yang disher grup WA @Kumpulan WONG BODO,
kebiasaan makan orang Wuhan.; Kadal, tikus, ulat, ular, kelelawar hingga
belatung ia lahab dengan lezat. Bahkan, kucing yang biasanya makan tikus
terpaksa ngiler sambil melongo menyaksikan ganasnya orang
Wuhan. Cobra dengan semburan upas yang mematiakan lari terbirit-birit
ketika berhadapan dengan orang Wuhan sebab takut dijadikan pepes.
Walhasil tidak ada hewan buas dan serangga yang berani berkutik disana. Sebab
sadar diri ternyata ada yang lebih buas dari mereka. He he he...
Ironisnya,
mereka bangga menabrak semua itu. Hanya untuk memuaskan syahwatnya. Hal itu
mereka lakukan bukan hanya satu dua kali, sehari dua hari, namun sudah menjadi
gaya hidup life stayl bertahun-tahun. Maka jangan salahkan
siapapun jika sekarang memanen corona yang mematikan itu. Sebab ia adalah salah
satu utusan TuHan yang telah lama berguru pada pendekar Wuhan dan kini saatnya
mereka turun gunung untuk menjajal ilmunya dengan segala keganasannya melahab
semua yang ia lihat, melewati batas-batas norma dan etika; tidak pandang besar
atau kecil anak-anak atau dewasa, tua ataupun muda semuanya menjadi sasaran
yang empuk baginya.
Semoga
corona menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Wuhan agar lebih selektif
dalam mengangkat murid. Kalau perlu istikhoroh dan musyawaroh dulu agar
dikemudian hari tidak kecewa, sebab telah salah menyayangi murid yang ternyata
durhaka. Seperti corona.
Mukhtarom Arsalan Pengasuh Ribath Ibadurrohman el-Luthfy, Benowo. Pernah menjadi mukimer Pondok Pesantren Tambak Bening

Hehehe...
BalasHapus"batas-batas norma dan etika" menurut siapa mbah? hehe, d Indonesia juga ada loo yang memperjual belikan daging-daging seperti di atas. di pasar umum bahkan. hehe
BalasHapus#poker #bandar poker #aduqiu #bandar aduqiu #domino99 #bandar66 #capsasusun #sakong #perangbakarat #senikartu
BalasHapusHubungi Contact Kami Untuk Informasi Lebih Lanjut :
Contact Person Us (SENIKARTU) :
Link : http://poker-pool.com
Whatsapp : +62-878-6838-0840