Corona si Murid Durhaka

Rabu, Februari 12, 2020

Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Alloh tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” [Qs. Al-A’rof: 31]


Segala sesuatu hendaknya dikerjakan dengan sepantasnya. Harus mengedepankan etika dan etiket—ahklaq dan adap. Dalam bahasa PANCASILA hendaknya bersikap kemanusiaan yang adil dan beradab. Mengapa harus adil dan beradab? Sebab ia adalah perintah quran dan hadis. Dan panduan terbaik bagi seorang mukmin ialah quran dan hadis atau yang biasa disebut Guru kami Abuya Luthfi Muhammad dengan Neraca Syariat. Sebab apa saja telah diatur di dalamnya; makan, minum, berpakaian, cinta sampai senggama semua ada atuaran mainnya.

Jadi semua hal yang kita perbuat hendaknya terukur dengan Neraca Syariat. Jika kita merasa sebagai manusia. Misalnya yang jamah kita lakukan saban hari ialah makan, minum dan berpakaian atuaran mainnya sudah jelas ialah jangan berlebih-lebihan atau isrof [wala tusrifuu] Qs. al-a’rof: 31.

Makan, minum, berpakaian boleh dengan catatan dengan yang halal, toyyib dan barokah. Bahkan harus sebab hal itu diperintahkan Alloh swt dan RosulNYA. Untuk bekal mendekatkan diri kepadaNYA. Namun jika sudah berlebih-lebihan hal itu menjadi terlarang. Walaupun halal. Dan lebih terlarang lagi terlaknat jika dikerjakan dengan melampaui batas. Sebaba Alloh tidak menyukainya.

Bukan hanya di jalan raya saja yang ada rambu-rambunya dalam hal makan minum pun demikian. Salah satu tujuan diberikannya rambu-rambu lalu-lintas, agar setiap pengendara hati-hati dan waspada supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan selamat sampai tujuan. Begitu juga dalam hal makan dan minum agar manusia tidak sembrono melampiaskan syahwatnya sehingga jatuh dalam kubangan penyakit dan bahkan kematian. Sebab kita semua mafhum tidak sedikit penyakit dan kematian yang ditimbulkan dari makanan yang dikonsumsi secara berlebihan dan melampaui batas wal keduwal angger kontal halal.

Sebagaimana yang baru-baru ini terjadi di Wuhan kota metropolitannya Cina. Terjadinya virus corona pasti bukan sebab hati-hati dan waspada melainkan nggragas lagi kedungsangannya mereka dalam hal makan. Sebagaimana vidio yang disher grup WA @Kumpulan WONG BODO, kebiasaan makan orang Wuhan.; Kadal, tikus, ulat, ular, kelelawar hingga belatung ia lahab dengan lezat. Bahkan, kucing yang biasanya makan tikus terpaksa ngiler sambil melongo menyaksikan ganasnya orang Wuhan. Cobra dengan semburan upas yang mematiakan lari terbirit-birit ketika berhadapan dengan orang Wuhan sebab takut dijadikan pepes. Walhasil tidak ada hewan buas dan serangga yang berani berkutik disana. Sebab sadar diri ternyata ada yang lebih buas dari mereka. He he he...

Ironisnya, mereka bangga menabrak semua itu. Hanya untuk memuaskan syahwatnya. Hal itu mereka lakukan bukan hanya satu dua kali, sehari dua hari, namun sudah menjadi gaya hidup life stayl bertahun-tahun. Maka jangan salahkan siapapun jika sekarang memanen corona yang mematikan itu. Sebab ia adalah salah satu utusan TuHan yang telah lama berguru pada pendekar Wuhan dan kini saatnya mereka turun gunung untuk menjajal ilmunya dengan segala keganasannya melahab semua yang ia lihat, melewati batas-batas norma dan etika; tidak pandang besar atau kecil anak-anak atau dewasa, tua ataupun muda semuanya menjadi sasaran yang empuk baginya.

Semoga corona menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Wuhan agar lebih selektif dalam mengangkat murid. Kalau perlu istikhoroh dan musyawaroh dulu agar dikemudian hari tidak kecewa, sebab telah salah menyayangi murid yang ternyata durhaka. Seperti corona.


Mukhtarom Arsalan Pengasuh Ribath Ibadurrohman el-Luthfy, Benowo. Pernah menjadi mukimer Pondok Pesantren Tambak Bening



3 komentar:

  1. "batas-batas norma dan etika" menurut siapa mbah? hehe, d Indonesia juga ada loo yang memperjual belikan daging-daging seperti di atas. di pasar umum bahkan. hehe

    BalasHapus
  2. #poker #bandar poker #aduqiu #bandar aduqiu #domino99 #bandar66 #capsasusun #sakong #perangbakarat #senikartu
    Hubungi Contact Kami Untuk Informasi Lebih Lanjut :

    Contact Person Us (SENIKARTU) :
    Link : http://poker-pool.com
    Whatsapp : +62-878-6838-0840

    BalasHapus

Diberdayakan oleh Blogger.